
Ngada, Nusa Tenggara Timur — 31 Agustus 2026 — Di tengah kabar bahwa bantuan telah banyak berdatangan ke wilayah Riung, masih ada warga terdampak gempa yang bertahan dalam keterbatasan.
Di sejumlah titik yang didatangi relawan, keluarga korban masih kekurangan perlengkapan untuk berlindung. Bahkan, ada keluarga yang menggunakan karung sebagai pengganti tenda.
Kondisi tersebut ditemukan dalam penelusuran Tim Kemanusiaan HILMI di sejumlah wilayah Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Tim mendatangi Desa Tadho, Desa Pore Tengah, Kelurahan Nangamese, Desa Mbarungkeli, dan Desa Damu untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa.
Dalam penyaluran kali ini, perhatian khusus diberikan kepada keluarga-keluarga mualaf yang berada dalam kondisi rentan. Di antara mereka terdapat empat bayi dan warga lanjut usia, sementara kebutuhan terhadap terpal dan tempat berlindung masih belum terpenuhi.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga tersebut, HILMI membawa sejumlah bantuan, antara lain susu bayi usia 0–2 tahun, popok, minyak kayu putih, beras, minyak goreng, telur, sayur-mayur, serta satu tenda terpal.

Bantuan tersebut diberikan setelah relawan menemukan bahwa masih terdapat titik-titik masyarakat yang belum mendapatkan bantuan secara memadai.
Kondisi di lapangan ternyata tidak sepenuhnya terlihat dari informasi yang beredar sebelumnya. Setelah melakukan penelusuran langsung, relawan menemukan masih ada warga yang membutuhkan bantuan.
Kondisi perjalanan dan komunikasi di lapangan juga tidak mudah. Relawan sempat menghadapi keterbatasan listrik dan jaringan komunikasi, bahkan sejumlah dokumentasi kegiatan tidak dapat dilakukan karena baterai perangkat habis.
Saat laporan dibuat, listrik dan sinyal baru kembali dapat diperoleh ketika tim mencapai Pasar Kota, Kecamatan Riung.
Di antara warga yang ditemui, kondisi keluarga mualaf menjadi perhatian tersendiri. Mereka bukan hanya menghadapi dampak bencana, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan keluarga dalam keadaan serba terbatas. Kehadiran bayi dan lansia membuat kebutuhan tempat berlindung yang layak semakin mendesak.
Ketika tenda belum tersedia, karung digunakan sebagai tempat berlindung. Gambaran sederhana tersebut menunjukkan bahwa di balik banyaknya bantuan yang telah bergerak menuju wilayah bencana, masih terdapat keluarga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
HILMI berupaya menjangkau mereka melalui bantuan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan. Susu bayi dan popok ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, sementara bahan pangan membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tenda terpal diberikan untuk membantu keluarga memperoleh tempat berlindung yang lebih layak.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian HILMI kepada masyarakat korban gempa, termasuk keluarga mualaf yang berada di titik-titik pengungsian dan permukiman yang sulit dijangkau.
Bagi mereka, bantuan yang datang bukan hanya tentang barang yang diterima, tetapi juga tentang perhatian bahwa masih ada saudara yang datang melihat dan membantu ketika mereka berada dalam kondisi sulit.
Perjalanan relawan ke pelosok Riung menjadi pengingat bahwa respons kemanusiaan tidak boleh berhenti pada wilayah yang mudah dijangkau. Masih ada keluarga yang harus dicari, didatangi, dan didengar kebutuhannya.
Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban keluarga korban gempa, khususnya keluarga mualaf yang masih kekurangan perlengkapan untuk berlindung.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada mereka dan memberikan keberkahan kepada seluruh donatur serta relawan yang terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah. Yaitu, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415

Baca Juga :
