Ramadhan telah tiba, bulan Ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk berbagi, diantaranya adalah berbagi makanan siap santap untuk berbuka puasa. Kewajiban melaksanakan shaum di bulan Ramadhan adalah kewajiban untuk semua orang islam, tidak terkecuali bagi mereka yang serba kekurangan, dan membutuhkan makanan untuk berbuka puasa. Pada bulan Ramadhan DPP HILMI-PRI-FPI, menyiapkan makanan siap santap dan […]
Seratus sepuluh hari lebih, posko- posko bantuan HILMI-PRI-FPI masih aktif dengan berbagai kegiatan bantuan untuk warga bencana korban gempa di Cianjur, tahapan-tahapan bantuan prioritas terus di berikan kepada warga. Pada tahapan pemulihan ini, pembangunan HUNTARA digencarkan dengan cepat, menghadirkan solusi bagi warga yang sangat membutuhkan segera, dengan pada tahapan ini diprioritaskan untuk warga korban dengan […]
Kakek Dimyati telah sakit selama berbulan-bulan tidak bisa beraktifitas apapun, dan diurus oleh kedua orang tua Ainun Mahya, cucu dari kakek Dimyati. Cucuk dari Kakek Dimyati, bernama Ainun Mahya, baru menginjak 8 tahun, anak yang ceria dan rajin, siang itu baru saja pulang dari belajar sekitar pukul setengah dua siang, di halaman rumah berpapasan dengan […]
Musibah kebakaran yang terjadi di Plumpang, Jakarta Utara pada tanggal 3 Maret 2023, mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan ratusan jiwa mengungsi. Kebakaran hebat yang melanda wilayah Plumpang tersebut juga merambat hingga ke rumah warga, banyak warga yang kini mengungsi karena rumah mereka terdampak. Sejak malam pertama terjadi kebakaran, dua unit ambulan di siagakan HILMI-PRI-FPI […]
Kembali, HILMI-PRI-FPI Kab.Bekasi membantu warga yang terdampak banjir, kali ini bantuan berupa paket sembako, beras, mie instan, gula, teh, telur dan roti disebar dititik lokasi banjir, Desa Cangkring dan desa cabang 2 kec Babelan Kab.Bekasi. Seperti telah di beritakan sebelum nya, banjir setinggi lutut hingga dada orang dewasa merendam pemukiman warga di beberapa titik di […]
Keluhan Ibu nya Ajum warga Kp.Pangkalan RT 2 Desa Benjot Kec.Cugenang, Kab.Cianjur, bahwa sulit mendapatkan air bersih, jika membutuhkan mereka harus berjalan jauh serta harus bolak balik mengangkut air, yang di bawa oleh ibunya bersama ajum, karena ayahnya meninggal sewaktu gempa bumi di Cianjur, atau kadangkala menunggu kiriman dari tangki mobil air, namun waktu kirimnya […]