
HILMI - Air bah datang tanpa aba-aba, merobohkan batas antara rumah dan jalan, antara aman dan kehilangan. Di Desa Mabang I, Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir menyisakan lumpur, bau basah, dan kelelahan yang menempel di wajah para warga yang bertahan.
Di tengah kondisi itu, Relawan HILMI FPI hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa harapan. Selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, dan kebutuhan dasar dibagikan satu per satu bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama yang sedang terluka.
Masjid Nurul Islam di Desa Aek Ngadol menjadi saksi bisu kebersamaan itu. Di tempat ibadah yang kini menjadi titik pengungsian, tangan-tangan relawan dan warga saling bekerja, membersihkan, menata, dan menguatkan satu sama lain.
Bagi para korban, bantuan ini bukan hanya tentang barang, tetapi tentang rasa tidak sendirian. Tentang keyakinan bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang datang tanpa diminta, hanya karena rasa kemanusiaan.
Di tengah sisa lumpur dan lelah yang belum hilang, kepedulian itulah yang menjadi cahaya. Dan dari sanalah, harapan untuk bangkit kembali perlahan tumbuh di Tapanuli Selatan.
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415

Baca Juga :







