
HILMI - Hari ke tiga Rabu (29/10/25), paska bencana banjir bandang parah, lumpur tebal masih tersebar di hampir seluruh di Kp. Tugu Desa Cikahuripan Kec Cisolok Kab. Sukabumi.
Penyebab utama terhambat nya pembersihan lumpur tebal dikarenakan sulitnya jalur pembuangan lumpur dan sulit nya air untuk membersihkan.
Rumah-rumah warga pada umumnya masih belum bisa di huni, karena perabotan rumah dan kondisi dalam rumah masih dipenuhi lumpur.
Hari kedua, bantuan FPI diarahkan untuk membersihkan aliran jalan pembuangan lumpur agar lumpur dapat mengalir ke kolam.
Selain pembersihan jalan, bantuan juga dilaksanakan untuk membersihkan rumah warga, dengan kondisi warga jompo dan sakit, karena kondisi kotor lebih berbahaya bagi kesehatan mereka.
Seperti yang telah di beritakan sebelumnya, Banjir bandang melanda di enam Desa di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, pada Senin 27 Oktober 2025. Ratusan rumah terendam dan sebuah jembatan penghubung antar kampung putus total akibat arus deras.
Menurut berbagai sumber sebanyak 1.873 warga terdampak bencana ini. Yang terbagi di enam desa.

Hujan lebat sejak sore hari meningkatkan debit Sungai Cisolok hingga meluap pada sekitar pukul 15.30 - 17.30 WIB, memicu banjir bandang yang bergerak cepat dan menerjang pemukiman di berbagai desa.
Titik lokasi terparah berada di Kp. Tugu Desa Cikahuripan terdata 500 Keluarga terdampak, air sungai yang merubuhkan dinding sungai membuat air besar masuk ke pemukiman.
Banjir setinggi orang dewasa masuk ke rumah-rumah warga, hingga menjebol dinding rumah dan fasilitas umum.
Kebutuhan darurat amat sangat dibutuhkan meliputi pangan, selimut, air mineral, pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya.
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415







