
HILMI - Aceh Utara — Sudah tujuh hari banjir menyelimuti desa-desa di Aceh Utara. Air yang tak kunjung surut membuat sebagian warga masih terjebak, tidak bisa keluar dari kampung mereka. Jalan-jalan berubah menjadi sungai, dan rumah-rumah menjadi seperti pulau kecil yang tidak terjangkau.
Sebagian besar warga kini hanya menunggu—menunggu air turun, menunggu kabar, menunggu bantuan.
Di beberapa tempat, dapur sudah berhenti mengepul sejak tiga hari lalu. Beras yang tersisa habis, air bersih terbatas, dan anak-anak mulai bertanya kapan mereka bisa makan seperti biasa lagi.
Dalam situasi seperti itu, Tim Relawan DPD HILMI Aceh bersama Imam Daerah Abi Muslim dan Laskar FPI memutuskan untuk bergerak. Tanpa menunggu situasi membaik, mereka menembus banjir, membawa apa yang mereka bisa: paket sembako dan kepedulian.
Malam itu, bantuan disalurkan ke empat desa yang masih terisolasi :
Relawan tiba dengan pakaian basah dan tubuh lelah, namun wajah-wajah warga yang menanti dengan harap menjadi energi baru bagi mereka.
Di antara gelapnya malam dan dinginnya air banjir, suara salam, syukur, dan air mata bercampur—bukan karena bantuan itu besar, tetapi karena ada yang datang. Ada yang peduli. Ada yang mengingat.
Hari-hari ke depan masih penuh ketidakpastian. Banjir mungkin surut perlahan, tetapi bekas kehilangan tidak akan hilang secepat itu.
Namun satu hal tetap nyata: ketika manusia saling menopang, bencana tidak hanya melahirkan duka, tetapi juga solidaritas. Karena kadang, yang paling dibutuhkan bukan bantuan besar—tetapi hati yang tidak meninggalkan.
Untuk Anda yang ingin bergandengan tangan membantu warga Aceh Utara bangkit kembali, Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415







