
Hilal Merah Indonesia, TANAH LAUT - Sehari sudah Muhammad Ahlun Nazar Ilmi bin Arifin, salah seorang Mujahid FPI asal Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadap Sang Ilahi. Namun, namanya masih terus terngiang hingga kini.
Semasa ketergabungan di FPI, mendiang almarhum merupakan salah satu Laskar terbaik di Kalimantan Selatan. Kegigihannya serta semangat juangnya yang tinggi dalam membela agama, sigap, dan termasuk garis terdepan dalam kegiatan membantu umat.

Ilmi juga merupakan sosok yang dikenal ceria, bisa membuat keluarga, kerabat, dan teman-teman ketika bersama selalu membuat tertawa dengan tingkah lakunya. Ilmi juga dikenal sangat baik dengan semua orang, bahkan dengan orang yang belum dikenal sekalipun.
Muhammad Ahlun Nazar Ilmi bin Arifin kini telah disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya di Desa Anjir Baru, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Kamis 11 Juli 2019 lalu.

Panglima Daerah FPI Kalimantan Selatan, Ustadz Zein beserta puluhan laskar Front Pembela Islam Kalimantan Selatan serta-merta mengiringi Sang Mujahid ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Ilmi mengalami kecelakan tunggal saat hendak berangkat menuju Martapura. Ilmi sempat dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Batulicin, untuk mendapatkan pertolongan karena tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan di kepala.

Menurut Ilham Hanafi, salah seorang relawan FPI Kalsel mengatakan almarhum sempat berbicara kepada ayahnya sebelum kepergiannya menghadap Sang Kuasa. Dalam bahasa setempat, Ilmi berencana untuk pergi ke Martapura karena ada Tasmiyah (setor hafalan).
"Ulun Hari Rabu handak ke Martapura ada Tasmiyahan diminta membacakan Al-quran. Ulun handak bulik bahae, Bisa kada Babulikan lagi," pesan almarhum kepada orang tuanya sebelum kejadian kecelakan itu.

Semoga Muhammad Ahlun Nazar Ilmi bin Arifin Khusnul Khatimah dan diampuni segala dosa dan dimasukkannya ke Surga Allah SWT. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamiin.







