
Manggarai Timur, NTT - Di Kampung Melur, Kelurahan Pota, Kabupaten Manggarai Timur, kehidupan warga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan sebagai petani dan pelaut belum kembali normal. Gempa yang masih mengguncang membuat mereka belum dapat beraktivitas seperti biasa.
Sebagian warga kini masih bertahan di tenda pengungsian, sementara kebutuhan keluarga sehari-hari tetap harus dipenuhi. Dalam kondisi seperti itu, bantuan bahan pangan menjadi sangat berarti karena warga belum dapat kembali menjalankan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Melihat kondisi tersebut, Hilal Merah Indonesia (HILMI) menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa di Kampung Melur.
Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) menerima bantuan berupa beras, telur, sayur, kopi, gula, teh, biskuit, dan minyak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga selama masih berada di tenda pengungsian dan belum dapat kembali beraktivitas secara normal.

Bagi petani dan pelaut, berhenti bekerja berarti kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan. Namun dalam situasi ketika gempa masih terjadi, keselamatan tentu menjadi pertimbangan utama.
Mereka harus bertahan di pengungsian sembari menunggu kondisi kembali memungkinkan untuk menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
Di tengah ketidakpastian itu, paket sembako yang diterima 20 keluarga setidaknya dapat membantu mengurangi sebagian kebutuhan mereka untuk sementara waktu.
Dari Kampung Melur, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit—ketika rumah dan tempat tinggal belum sepenuhnya aman, pekerjaan belum dapat dijalankan, tetapi kebutuhan keluarga tetap berjalan setiap hari.
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah. Yaitu, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415

