
Bireueun — Sebuah gubuk yang nyaris roboh menjadi tempat Bapak Ilyas Ibrahim, 74 tahun, bertahan menjalani kehidupannya selama ini. Warga Desa Meunasah Asan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, itu menempati bangunan sederhana yang berdiri bukan di atas tanah miliknya sendiri.
Gubuk tersebut berdiri di atas tanah kosong milik orang lain. Kondisinya yang hampir roboh membuat bangunan itu harus diikat pada pohon kelapa agar tetap berdiri.
Di tempat sederhana itulah Bapak Ilyas menjalani hari-harinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia bekerja menggarap lahan sawah milik orang lain.
Kehidupan Bapak Ilyas kemudian mendapat perhatian Relawan HILMI-FPI. Melalui ikhtiar kemanusiaan, sebuah balai rumah lansia dihadirkan untuknya. Balai tersebut kini telah diserahkan kepada Bapak Ilyas Ibrahim untuk ditempati.

Bagi Bapak Ilyas, kehadiran rumah yang lebih layak tentu memiliki arti yang jauh lebih besar. Daripada, sekadar sebuah bangunan.
Setelah selama ini tinggal di tempat yang nyaris roboh dan bukan berada di atas tanah miliknya, kini ia memiliki ruang yang dapat digunakan untuk menjalani hari-hari di usia senjanya dengan lebih aman dan nyaman.
Balai rumah lansia tersebut menjadi wujud kepedulian Relawan HILMI-FPI. Bagi, warga yang membutuhkan.
Bantuan itu diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Bapak Ilyas Ibrahim, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama dapat diwujudkan melalui sesuatu yang sangat mendasar: menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi mereka yang membutuhkan.
Semoga balai rumah lansia ini menjadi tempat yang memberikan rasa aman. Serta, kenyamanan bagi Bapak Ilyas Ibrahim. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu dan menghadirkan manfaat bagi sesama
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah. Yaitu, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415

