Kembali, HILMI-PRI-FPI Kab.Bekasi membantu warga yang terdampak banjir, kali ini bantuan berupa paket sembako, beras, mie instan, gula, teh, telur dan roti disebar dititik lokasi banjir, Desa Cangkring dan desa cabang 2 kec Babelan Kab.Bekasi. Seperti telah di beritakan sebelum nya, banjir setinggi lutut hingga dada orang dewasa merendam pemukiman warga di beberapa titik di […]
Keluhan Ibu nya Ajum warga Kp.Pangkalan RT 2 Desa Benjot Kec.Cugenang, Kab.Cianjur, bahwa sulit mendapatkan air bersih, jika membutuhkan mereka harus berjalan jauh serta harus bolak balik mengangkut air, yang di bawa oleh ibunya bersama ajum, karena ayahnya meninggal sewaktu gempa bumi di Cianjur, atau kadangkala menunggu kiriman dari tangki mobil air, namun waktu kirimnya […]
Curah hujan yang tinggi membuat debit air sungai, yang berada di sekitar pemukiman warga menjadi meluap, ketinggian banjir bervariatif mulai dari 1-1,5 M, membuat pemukiman warga dan jalan jalan terendam. Kondisi tersebut di respon dengan cepat oleh PRI-BATIK-FPI Karawang, dengan mensiagakan perahu karet dan menyusuri pemukiman untuk evakuasi warga, serta menyalurkan ratusan makanan siap saji […]
Banjir setinggi lutut hingga dada orang dewasa merendam pemukiman warga di beberapa titik di Kab.Bekasi sejak 27 Februari 2023, seperti di beberapa kampung di Wilayah Cikarang Utara, Cikarang Timur, Karang Bahagia, Sukatani dan wilayah lainnya. Sejak hari pertama banjir Relawan HILMI-PRI-FPI Kab.Bekasi dan wilayah lain dengan sigap telah berada di lokasi banjir, menyisir pemukiman warga […]
Alifa usia 5 tahun, jangankan untuk mengenang, bertemu saja tidak pernah dengan ayahnya, sejak usia 9 bulan Alifa sudah harus menjalani kehidupan tanpa ayah, karena sudah meninggal. Alifa, tingggal bersama kaka dan Ibunya, sering berpindah pindah tempat, ibunya Alifa selain mengurusi anak anak nya, juga harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya, pagi hari sudah harus […]
"Yang paling di rindukan itu suasana pagi," Tutur Rafah, salah satu anak usia 13 tahun, warga korban bencana gempa di Cianjur, dan Ibunya wafat tertimpa puing bangunan. Pagi hari biasanya Rafah sambut dengan ceria, karena ibunya saat itu ibu Aidah (47) setiap pagi membangunkannya dengan semangat, menyiapkan sarapan pagi dan pakaian untuk sekolah. Ketika gempa […]