
Hilal Merah Indonesia, MANGGARAI - Sejumlah warga korban kebakaran khususnya yang berada di Swadaya1, Manggarai merasa senang dengan kedatangan para relawan yang mendirikan posko di wilayah tersebut. Bahkan, kehadiran mereka juga disambut baik oleh RW dan Lurah setempat.
(Baca : Ini Ungkapan Terimakasih Lurah Manggarai Kepada Relawan HILMI )
Sejak hari pertama pasca musibah kebakaran, sejumlah relawan baik dari pemerintah maupun swasta yang tergabung di berbagai organisasi, berbondong-bondong datang untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Ada yang langsung menyalurkan ribuan tas sekolah, perlengkapan sekolah, pakaian bekas maupun baru, selimut, kasur lipat, makanan pokok, makanan siap saji dan masih banyak lagi yang lainnya.
(Baca : Dibantu oleh Warga, Relawan HILMI Sumbang Pipa untuk MCK )
Mereka (para relawan) yang terbagi di beberapa titik lokasi telah mendirikan posko-posko logistik yang berfungsi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ada yang di Balai Warga, ada yang di Sekolahan adapula yang tinggal di beberapa rumah yang terbakar dengan membangun tenda seadanya.

Saat menyambangi Sekretariat RW, relawan HILMI disambut baik oleh Staff RW, Pak Saman yang saat itu tengah sibuk menampung serta mendistribusikan logistik ke enam RT yang terdampak dan menjadi korban kebakaran di wilayahnya.
"Kami disini menampung seluruh bantuan dari para donatur yang akan kami bagikan ke enam RT yang seterusnya akan disalurkan kepada warganya," kata Pak Saman, saat ditemui HILMI, Jum'at 12 Juli 2019 lalu.
Menurutnya, di RW 07 itu RT nya ada 13, yang terkena dan menjadi korban kebakaran yaitu RT 04, 05, 10, 11, 12, dan 13.
"Sementara yang terparah dari keenam RT tersebut yaitu RT 05, 10, 11, 12, dan 13, sementara RT 04 hanya terkena sebaris saja," jelas Pak Saman.
Untuk korban jiwa, kata dia, tidak ada. Hanya saja terdapat luka-luka ringan seperti terbentur bebatuan.
Justru yang berupaya membantu wilayahnya dari kebakaran itu adalah tetangga dari RW sebelah.
"Hingga saat inipun saya belum sempat menengok kondisi korban, lantaran terbentur kesibukan kami dalam mendistribusikan bantuan ke warga. Sementara Pak RW juga kondisinya masih sakit akibat operasi. Jadi kami disini hanya 3 orang staff yang membantu menangani warga disini," ungkapnya.








