
Hilal Merah Indonesia, SULAWESI TENGAH - Perjuangan para relawan HILMI-FPI dalam melakukan aksi bersih-bersih di daerah Bahodopi selama 14 hari, kini mereka menyasar ke wilayah Konawe untuk membantu membersihkan berbagai fasilitas umum seperti sarana ibadah, Puskesmas, Balai Desa, serta beberapa rumah dan sumur warga dari genangan lumpur.
Kuatnya arus banjir yang menerjang Kec. Bohodopi itu telah merusak beberapa fasilitas jalan seperti Jembatan Penyebrangan Belly yang menghubungkan Desa Dampala dengan Bahodopi. Kini, jembatan itupun telah dibangun kembali dan sudah bisa dilalui oleh warga.

"Selama 14 hari Relawan HILMI-FPI Sulteng yang telah mendirikan Posko di Desa Bahomotefe resmi ditutup, melihat kondisi di Kec. Bahodopi telah berangsur baik," terang Ustad Sugianto Kaimudin, Ketua DPD FPI Sulteng.
Alhamdulillah, kondisi di Bahodopi berangsur membaik, akses jalan yang sudah dapat di lalui dan roda perekonomian warga yang mulai berjalan kembali. Ustadz Sugianto Kaimudin menilai Banjir yang melanda Konawe Utara masih menyisakan duka, baik lumpur dan air yang masih belum surut.

HILMI-FPI berhasil menerjunkan 15 personil relawan dengan membawa Logistik serta Perlengkapan yang digunakan untuk membersihkan lumpur. Dengan memakan waktu sekitar 1 hari melalui jalur darat, mulai dari titik keberangkatan di Kabupaten Poso ke Konawe.







