
Desa Poi, Kabupaten Sigi, 30 September 2026 — Bagi warga mualaf Suku Inde Da’a di Desa Poi, keberhasilan berkebun bukan hanya soal menanam dan menunggu panen.
Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang menentukan keberlangsungan usaha mereka, terutama ketika musim kemarau tiba dan lahan perkebunan terancam kekeringan.
Berangkat dari persoalan tersebut, para relawan menghadirkan teknologi kincir air untuk membantu pengairan kebun warga.
Program ini diprakarsai Yayasan Pondok Sedekah melalui kerja sama dengan HILMI dan Komunitas Pemulung Amal. Sasarannya adalah warga mualaf binaan yang selama ini menghadapi kendala dalam mengembangkan hasil perkebunan akibat keterbatasan pengairan.
Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dengan mengoptimalkan lahan perkebunan warga.
Sebelumnya, pada 2023, HILMI dan Komunitas Pemulung Amal telah melaksanakan program pipanisasi di kampung mualaf tersebut. Program itu mengalirkan air dari sungai menuju kawasan kampung.
Aliran air yang telah tersedia kemudian dimanfaatkan kembali oleh para relawan sebagai sumber pengairan kebun melalui penerapan metode kincir air.
Dengan memanfaatkan aliran sungai tersebut, kincir air digunakan untuk membantu menyiram tanaman perkebunan, terutama ketika musim kemarau membatasi ketersediaan air bagi tanaman.
Inisiatif ini menghubungkan program pipanisasi yang telah dibangun sebelumnya dengan kebutuhan produktif warga, sehingga aliran air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan perkebunan.

Pengerjaan kincir air diselesaikan dalam waktu satu hari melalui semangat gotong royong antara relawan dan warga mualaf. Kerja bersama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi praktis bagi persoalan pengairan kebun yang selama ini dihadapi masyarakat.
Manfaat program tersebut disambut dengan rasa syukur oleh warga. Papa Renty, Kepala Suku Inde Da’a, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih banyak atas bantuan kincir airnya, kami tidak kesulitan lagi untuk menyiram tanaman kebun,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan warga agar kegiatan berkebun dapat terus berjalan meskipun musim kemarau datang.
Melalui kerja sama Yayasan Pondok Sedekah, HILMI, Komunitas Pemulung Amal, relawan, dan warga mualaf, pemasangan kincir air di Desa Poi menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Dengan dukungan pengairan yang lebih mudah, warga diharapkan dapat merawat tanaman secara lebih teratur dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Semoga ikhtiar gotong royong ini membawa manfaat bagi warga mualaf Suku Inde Da’a dan menjadi jalan bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Mari terus bantu saudara kita di berbagai wilayah. Yaitu, dengan berbagai bantuan kemanusiaan, sosial, bencana alam dan lainnya
Salurkan donasi anda melalui :
Bank BSI 7855 58 8875
An.Yayasan HILMI Persaudaraan Islam.
Konfirmasi 0877 7533 9415

