Warga Pekon Umbar Butuh Bantuan Sandang dan Bahan Pangan

Aan Suherlan
11 November, 2018
warga Pekon Umbar, Bandar Lampung menjadi korban banjir bandang yang menghanyutkan rumah mereka

Intensitas curah hujan yang tinggi pada Rabu 7 November 2018 lalu di wilayah Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus-Bandar Lampung, telah meluapkan sungai dan berdampak pada banjir bandang di keesokan harinya, Kamis 8 Nov 2018 jam 01.30 wib (dini hari).

Berdasarkan informasi yang diterima HILMI-FPI bahwa banjir bandang ini telah menewaskan 1 orang serta puluhan orang luka-luka. Tak hanya itu, derasnya volume air juga mengakibatkan robohnya sebuah jembatan sepanjang lebih kurang 50 meter, sehingga memutuskan akses ke Pekon Umbar.

Sejumlah fasilitas lainnya yang terkena dampak banjir bandang tersebut yaitu 22 rumah hanyut, sementara ratusan rumah lainnya mengalami rusak parah. Musibah ini juga telah menelan harta benda lainnya yang belum bisa diprediksi jumlah kerugiannya.

Sementara itu, tim relawan FPI Lampung beserta Basarnas, TNI, Tegana, dan Kepala Pekon beserta relawan lainnya langsung bergegas menuju lokasi untuk membantu para korban.

"Dampak dari banjir bandang ini sangat luar biasa, ini bukan suatu bencana yang kecil. 22 rumah hanyut ratusan rumah rusak berat, yang terjadi saat ini harta benda seluruh masyarakat Pekon Umbar di lima titik ludes," ujar Syamsudin, Kepala Pekon (desa) Umbar, saat dikonfirmasi media HILMI-FPI, Minggu (11/11/18).

Saat ini, sambung dia, warga membutuhkan bahan makanan pokok seperti beras, lauk-pauk. Kemudian juga pakaian serta obat-obatan. "Sampai dengan hari ini, stok beras tinggal dua karung lagi, itupun berasal dari para relawan yang memang menyumbang," kata Syamsudin.

Syamsudin juga menambahkan, untuk anak-anak yang dibutuhkan saat ini adalah baju sekolah, pakaian, sepatu, buku-buku serta alat-alat tulis. Kemudian yang paling penting juga setelah pasca banjir ini penanganan pemulihan, dimana terjadi keusakan infrastruktur.

"Sebuah jembatan penghubung sudah terputus, bahkan beronjong penangkis tanah juga putus. Oleh karenanya, dibutuhkan banyak bronjong untuk mencegah banjir susulan. Karena jikalau tidak ada penanganan lebih lanjut sepertinya akan terjadi banjir kedua kalinya," jelasnya.

Ketua DPW FPI, Iqbal, beserta para relawan langsung mendistribusikan bahan makanan pokok seperti beras, mie instan serta baju layak pakai. "Alhamdulillah, semuanya sudah kita serahkan ke posko logistik," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang (wakabid) Dakwah FPI ini.

Alamat
Jl. Slamet Riyadi IV, Kebon Manggis, Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Jakarta 13150
hi@hilmi.news
Copyright © Media Hilal Merah Indonesia - Front Persaudaraan Islam
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram